Gorontalo menjadi salah satu provinsi di Sulawesi yang paling muda. Didirikan sejak tahun 2000 lalu, daerah tersebut nyatanya terkenal memiliki kebudayaan yang sangat maju. Sebab itulah, Anda wajib mengetahui ke-4 tarian adat Gorontalo yang akan dibahas pada artikel ini.

Fungsi dari kesenian daerah tersebut selain sebagai acara penyambutan juga dijadikan media hiburan yang kerap diselenggarakan pada acara besar. Namun, jika generasi muda saat ini tidak mau melestarikannya, maka tradisi tersebut bisa punah seiring dengan perkembangan zaman.

Tari Saronde

tari saronde

Masyarakat Gorontalo masih menjunjung tinggi adat istiadat di setiap prosesi acara termasuk pernikahan. Salah satu kesenian daerah yang masih dilakukan saat ini adalah Tari Sanode. Tujuan dari tradisi ini adalah untuk memperlihatkan calon wanita kepada pasangannya.

Tarian tersebut dilakukan oleh mempelai pria dan keluarganya. Pakaian yang dikenakan sangat khas dengan aksesoris berupa selendang. Dalam gerakan tersebut sang pria sekali-kali melirik ke arah mempelai wanita.

Kebudayaan ini memperlihatkan bahwa warga turut berbahagia dengan pernikahan yang diselenggarakan sembari memberikan doa supaya pasangan tersebut langgeng sampai kakek nenek.

Tari Dana-dana

Salah satu kesenian daerah yang sering dipentaskan di acara-acara besar adalah tari Dana-dana. Selain gerakannya yang unik, busana yang dikenakan juga cukup khas ala masyarakat Melayu. Adapun ciri dari tarian tersebut adalah:

  • Gerakan berjalan

Dana-dana berasal dari kata Daya-dayango yang artinya menggerakkan seluruh badan. Jadi dalam kesenian daerah tersebut, penari akan menggerakkan semua badan dipadukan dengan gerakan berjalan yang lincah. Tarian ini menunjukkan corak pergaulan warga setempat.

  • Dipentaskan oleh penari laki-laki

Penari yang akan berlakon pada pergelaran ini adalah laki-laki semua yang jumlahnya 4 orang. Namun, saat ini ada juga yang melakukan modifikasi dengan menambahkan penari wanita sebagai pasangannya.

  • Iringan alat musik

Musik pengiringnya berasal dari gambus dan rebana yang diselingi dengan lantunan lagu yang berisi nasihat dan juga tema percintaan. Pesan yang hendak disampaikan pada tarian tersebut adalah agar anak muda hidup dengan semangat dan tidak mudah putus asa.

  • Sebagai tarian penyambutan dan perayaan

Tari dana-dana biasa digelar sebagai kesenian untuk menyambut tamu besar serta perayaan menjelang hari-hari besar. Tradisi ini sudah cukup populer di kalangan wisatawan bahkan sering dipentaskan di event nasional dan internasional.

Tari Palo-palo

Nama tarian adat Gorontalo diambil dari alat musik pengiringnya yaitu Palo-palo. Kesenian ini juga sering ditampilkan di beberapa acara penting seperti penyambutan dan perayaan ulang tahun Gorontalo. Karakter yang melekat pada tarian tersebut adalah:

  • Dimainkan oleh para remaja yang mengenakan busana khas Gorontalo
  • Musik pengiringnya berasal dari alat musik Palo-palo
  • Tarian Palo-palo tradisional hanya dimainkan oleh satu penari
  • Tarian Palo-palo modern dipentaskan secara berkelompok dengan iringan musik instrumen.

Pergelaran biasa dilakukan pada tempat yang lapang karena melibatkan banyak penari. Saat ini banyak pemuda-pemudi Gorontalo yang mempelajari tarian tersebut karena ingin terlibat dalam upaya pelestarian budaya.

Tari Biteya

tari biteya

Tarian tradisional ini dipentaskan oleh lebih dari 400 penari yang memakai pakaian adat khas Gorontalo. Gerakan dari kesenian tersebut menunjukkan budaya masyarakat yang bekerja keras saat mencari ikan di laut.

Selain sebagai rasa terima kasih kepada Tuhan akan karunia yang diberikan, Tari Biteya juga dijadikan sebagai hiburan dan tak jarang dijadikan pergelaran untuk menyambut tamu besar yang datang ke Gorontalo.

Keempat tarian adat Gorontalo yang disebutkan diatas, menunjukkan bahwa generasi saat ini sangat peduli dengan budaya sebab sebagian besar penarinya adalah pemuda-pemudi. Andapun tidak boleh acuh, harus mau mempelajari agar kekayaan bangsa tersebut tidak terlupakan.

Categories: Dibikin Asyik